Sabtu, 09 April 2016

Industrialisasi

PEREKONOMIAN INDONESIA

 TUGAS SOFTSKILL 4





NAMA                              : MUHAMMAD ANDHIKA PRATAMA

KELAS                              :1EB14

NPM                                  : 24215501
DOSEN PEMBIMBING : SULASTRI





INDUSTRIALISASI

Industri saat ini telah menjadi salah satu pengaruh yang cukup besar bagi perekonomian, salah satunya di Indonesia. Dengan adanya industri, baik itu dari dalam maupun luar negeri dapat membantu menstabilkan tingkat ekonomi, oleh sebab itu banyak negara yang melakukan industrialisasi. Namun, seperti apa itu industrialisasi? Berikut penjelasannya.
A.                KONSEP DAN TUJUAN INDUSTRIALISASI
Awal konsep industrialisasi adalah sebagai berikut:
·      Berasal dari revolusi industri abad 18 di Inggris, dan pada saat itu ditemukan sebuah metode baru dalam pemintaian dan penemuan kapas yang menciptakan spesialisasi produksi dan peningkatan faktor produksi.
·      Terjadilah penemuan baru pengolahan besi dan mesin uap sehingga mendorong inovasi.
·      Setelah Perang Dunia II muncullah teknologi-teknologi baru diantaranya listrik, telekomunikasi, elektronik, barang sintetis, motor, dan lain-lain.
·      Hal tersebut mengakibatkan terjadinya Perubahan Pola dan Volume Perdagangan Dunia dan Proses Industrialisasi Dunia
Industrialisasi adalah suatu proses interaksi antara perkembangan teknologi, inovasi, spesialisasi, dan perdagangan dunia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mendorong perubahan struktur ekonomi
B.                FAKTOR PENDORONG INDUSTRIALISASI
Faktor pendorong industrialisasi adalah sebagai berikut:
1.      Kemampuan teknologi dan inovasi
2.      Laju pertumbuhan pendapatan nasional per kapita
3.      Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri
4.      Besar pangsa pasar dalam negeri yang ditentukan oleh tingkat pendapatan dan jumlah penduduk
5.      Ciri industrialisasi yaitu cara pelaksanaan industrialisasi seperti tahap implementasi, jenis industri unggulan dan intensif yang diberikan
6.      Keberadaan Sumber Daya Alam (SDA)
7.      Kebijakan atau strategi pemerintah

C.                PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR NASIONAL
Perusahaan merupakan penopang utama dalam perkembangan industri di suatu negara. Perkembangan industri juga dapat melihat perkembangan industri secara nasional di negara itu baik dari aspek kualitas produk yang dihasilkannya maupun kinerja industri secara keseluruhan.
Sejak krisis ekonomi dunia yang terjadi pada tahun 1998, perkembangan industri nasional belum memperlihatkan sebuah perkembangan yang baik. Bahkan perkembangan industri nasional khususnya di bidang manufaktor terus menurun.
Sebuah hasil riset yang dilakukan pada tahun 2006 oleh sebuah lembaga internasional menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan terbawah. Riset yang meneliti aspek daya saing produk industri manufaktur Indonesia di pasar global menempatkan Indonesia di posisi yang sangat rendah.
Industri manufaktur masa depan adalah industri-industri yang mempunyai daya saing tinggi, yang didasarkan tidak hanya pada besarnya potensi Indonesia (comparative advantage), seperti luas bentang wilayah, jumlah penduduk, atau hasil sumber daya alam, tetapi juga dari kemampuan atau daya kreasi dan keterampilan serta profesionalisme sumber daya manusia Indonesia (competitive advantage)
Industri sendiri diklarifikasikan menjadi tiga macam, diantaranya sebagai berikut:
·         Industri primer/hulu, yaitu mengolah output dari sektor pertambangan (bahan mentah) menjadi bahan baku siap pakai untuk kebutuhan produksi pada tahap selanjutnya.
·         Industri sekunder/manufaktur, yaitu mencakup industri pembuat modal (mesin), barang setengah jadi dan alat produksi, dan industri hilir yang memproduksi produk konsumsi.

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sektor industri manufaktur:
1.      Pertumbuhan Output
2.      Pendalaman Struktur Industri
3.      Tingkat Teknologi Manufaktur
4.      Tingkat Ekspor
5.      Ketergantungan Impor

D.                PERMASALAHAN INDUSTRIALISASI
Industri manufaktur di negara berkembang lebih terbelakang jika dibandingkan dengan negara maju. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
1.    Keterbatasan teknologi
2.    Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
3.    Keterbatasan dana pemerintah (selalu defisit) dan swasta
4.    Kerja sama antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan & penelitian masih rendah
5.    Strategi Pembangunan Sektor Industri

Sedangkan itu masalah yang dihadapi dalam manufaktor nasional adalah sebagai berikut:
1.    Kelemahan struktural, yang disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:
a)         Basis ekspor & pasar masih sempit
b)        Ketergantungan impor masih sangat tinggi
c)         Tidak ada industri berteknologi menengah
d)        Konsentrasi regional yang sebagian besar di pulau Jawa
2.      Kelemahan organisasi

E.                 STRATEGI PEMBANGUNAN SEKTOR INDUSTRI
Strategi pembangunan sektor industri dapat dilakukan dengan cara berikut:
1.      Strategi substitusi impor (Inward looking)
Bertujuan mengembangkan industri berorientasi domestik yang dapat menggantikan produk impor. Negara yang menggunakan strategi ini diantaranya Jepang dan Korea.

Pertimbangan memakai strategi ini adalah sebagai berikut:
·           Sumber daya alam & faktor produksi cukup tersedia
·           Potensi permintaan dalam negeri memadai
·           Sebagai pendorong perkembangan industri manufaktur dalam negeri
·           Kesempatan kerja menjadi luas
·           Pengurangan ketergantungan impor, sehingga defisit berkurang

2.      Strategi promosi ekspor (Outward looking)
Berorientasi ke pasar internasional dalam usaha pengembangan industri dalam negeri yang memiliki keunggulan bersaing

            Agar strategi ini dapat berhasil, maka perhatikan hal berikut:
·           Pasar harus menciptakan sinyal harga yang benar, yang merefleksikan kelangkaan barang ybs baik pasar input maupun output
·           Tingkat proteksi impor harus rendah
·           Nilai tukar harus realistis
·           Ada intensif untuk peningkatan ekspor


REFERENSI

Sektor Pertanian

PEREKONOMIAN INDONESIA

 TUGAS SOFTSKILL 3





NAMA                              : MUHAMMAD ANDHIKA PRATAMA

KELAS                              :1EB14

NPM                                  : 24215501
DOSEN PEMBIMBING : SULASTRI



SEKTOR PERTANIAN



            Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan salah satu penghasilan terbesarnya berasal dari hasil pertaniannya. Pertanian adalah salah satu aktivitas yang dilakukan baik itu oleh seseorang atau sekelompok orang berupa menghasilkan pangan untuk kehidupan bersama (baik itu sendiri, masyarakat, ataupun negara). Di Indonesia, banyak hasil pertanian yang dapat dihasilkan karena negara ini terletak di daerah yang beriklim tropis. Meskipun demikian. apakah dengan hal tersebut, apakah dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia saat ini? Sebelumnya, kita akan mengetahui lebih jelas mengenai sektor pertanian di Indonesia.


A.                SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA
Pertanian sendiri merupakan salah satu hasil terbesar di Indonesia yang mempengaruhi kelangsungan hidup masyarakatnya, serta sangat mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Pertanian sendiri dapat dibagi menjadi beberapa sektor diantaranya seperti peternakan, kehutanan, perikanan, perkebunan, dan lain-lain. Dan tentunya setiap sektor sama pentingnya bagi perekonomian Indonesia.
Baik atau buruknya sektor pertanian di Indonesia tergantung dari sumber daya alam serta sumber daya manusianya. Apabila kedua tersebut saling terikat, maka akan mempengaruhi hasil pertaniannya, begitu pula sebaliknya. Namun di Indonesia, sumber daya alam yang dimiliki cukup melimpah tetapi sumber daya manusianya kurang, sehingga terkadang hasil pertanian yang didapatkan bisa baik ataupun buruk, tergantung alam dan kemampuan manusia itu sendiri.

B.                 NILAI TUKAR PETANI
Nilai tukar petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani. Pengumpulan data dan perhitungan NTP di Indonesia dilakukan oleh Biro Pusat Statistik. Dalam NTP dibagi menjadi 2, diantaranya:
·         Indeks harga yang diterima petani (IT) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. Dari nilai IT, dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani. Indeks ini digunakan juga sebagai data penunjang dalam penghitungan pendapatan sektor pertanian.
·         Indeks harga yang dibayar petani (IB) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani, baik kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Dari IB, dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dikonsumsi oleh petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat di pedesaan, serta fluktuasi harga barang yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Perkembangan IB juga dapat menggambarkan perkembangan inflasi di pedesaan.
Secara umum NTP menghasilkan 3 pengertian :
  • NTP > 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu meningkat dibandingkan NTP pada tahun dasar (surplus)
  • NTP = 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu sama dengan NTP pada tahun dasar (impas).
  • NTP < 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu menurun dibandingkan NTP pada tahun dasar  (defisit)
C.                 INVESTASI DI SEKTOR PERTANIAN
Investasi di sektor pertanian tergantung dari bagaimana laju output serta seberapa besar tingkat daya saing global komoditi pertanian.
Dalam pertanian, investasi dibagi menjadi dua cara, yaitu:
·         Investasi langsung dengan membeli perlengkapan untuk bertani, misalnya pupuk, mesin tani, dan lain-lain.
·         Investasi tidak langsung dengan melakukan penelitian dan pengembangan pada suatu objek pertanian.
D.                KETERKAITAN PERTANIAN DENGAN INDUSTRI MANUFAKTUR
Pertanian sangatlah berkaitan erat dengan industri manufaktur, karena dengan adanya industri manufaktur yang mengaplikasikan mesin, peralatan, dan tenaga kerja yang tentunya dapat digunakan dalam kegiatan pertanian. Namun, apakah di Indonesia sudah diterapkan hubungan tersebut? Sebelumnya, kita akan tahu lebih dampaknya apabila industri manufaktur tidak digunakan pada pertanian.
Salah satu penyebab krisis ekonomi disebabkan kesalahan industrialisasi yang tidak berbasis pertanian. Hal ini terlihat dari lajur pertumbuhan sektor pertanian yang bertambah walaupun kecil, sedangkan manufaktur kurang. Negara lain seperti Jepang, Taiwan, dan beberapa negara di Eropa dalam memajukan industri diawali dengan revolusi sektor pertanian.
Alasan mengapa sektor pertanian harus kuat dalam proses industrialisasi adalah sebagai berikut:
·      Sektor pertanian kuat >> pangan terjamin >> tidak ada kelaparan/busung lapar >> kondisi sosial & politik stabil
·      Sudut Permintaan >> Sektor pertanian kuat >> pendapatan riil perkapita naik >> permintaan oleh petani terhadap produk industri manufaktur naik berarti industri manufaktur berkembang & output industri menjadi input sektor pertanian
·      Sudut Penawaran >> permintaan produk pertanian sbg bahan baku oleh industri manufaktur.
·      Kelebihan output siktor pertanian digunakan sebagai sb investasi sektor industri manufaktur seperti industri kecil di pedesaan.
Kenyataan di Indonesia keterkaitan produksi sektor pertanian dam industri manufaktur sangat lemah dan kedua sektor tersebut sangat bergantung kepada barang impor.
 



REFERENSI:
  •  https://id.wikipedia.org/wiki/Nilai_tukar_petani
  •  http://kuswanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1989/6-PERKEMBANGAN%2BSEKTOR%2BPERTANIAN.doc